Sabtu, 21 Juni 2025

KHUTBAH JUMAT MENYAMBUT TAHUN BARU HIJRIYAH 1447 H

ASSALAMU'ALAIKUM

Setidaknya, ada 5 manfaat yang bisa kita rasakan dari upaya melakukan 'charging' (mengecas) semangat hidup melalui introspeksi diri.

SELENGKAPNYA DI SILAHKAN KLIK DAN DOWNLOAD DIBAWAH INI

KHUTBAH JUMAT 1447 H


Kamis, 27 Februari 2025

KHUTBAH JUM'AT LIMA PERSIAPAN DIBULAN RAMADHAN


 Bismillah

Assalamu'alaikum

Ramadhan. Bulan yang disebutkan dalam Al-Qur'an maupun Al-Hadis sebagai bulan yang penuh dengan keberkahan. Layaknya kita ingin menyambut tamu yang mulia di rumah kita, pastilah kita menyiapkan hal-hal yang terbaik agar tamu kita merasa nyaman dan hati kita merasa puas. Misalnya seperti menghidangkan makanan terbaik, menata dan menghias rumah sebaik mungkin, memakai baju terbaik, dan sebagainya. Begitu pun dengan bulan Ramadhan, maka seorang muslim harus menyiapkan yang terbaik untuk tamu istimewa tersebut

KHUTBAH LENGKAP silahkan download

Khutbah Jum'at 5 Persiapan Untuk Ramadhan

Kamis, 07 September 2023

Khutbah Jum'at Bulan Shafar "Tolong Menolong"


 Assalamu'alaikum

Kita hidup di dunia ini tidak bisa lepas dari membutuhkan sesama, artinya kita adalah mahluk yang membutuhkan satu sama lain dalam berbagai hal. Sementara itu, tidak bisa dipungkiri pula bahwa setiap orang memiliki sifat yang tidak sama.

selengkapnya silahkan download gratis..

KHUTBAH JUM'AT TOLONG MENOLONG

Kamis, 19 Januari 2023

Khutbah Jum'at Singkat dan Terbaru 2023

Assalamu'alaikum.

Tentu semua manusia dalam hidup pernah merasakan sedih, kecewa, atau marah. Perasaan ini bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya kehilangan atau ditinggal anggota keluarga yang sangat kita sayangi. Merasa sedih atau kecewa, bahkan ada yang marah dengan keadaan tersebut tentu saja menjadi hal yang wajar, namun yang tidak wajar adalah jika kita mengungkapkannya secara berlebihan. Sedih atau kecewa yang berlebihan ini maksudnya seperti terlalu larut dalam kesedihan yang akan berdampak buruk bagi diri, baik fisik dan mental.

selengkapnya 
Khutbah Jum'at 20012023

Selasa, 02 Agustus 2022

Khutbah Jum'at Muharram 1444 H / 2022 M

Assalamu'alaikum

Berikut ini adalah teks khutbah Jum'at tentang awal sejarah puasa Asyura dan bagaimana tawakkalnya Nabi Musa as..

Semoga bermanfa'at 


Kamis, 31 Maret 2022

Khutbah Jum'at Singkat Persiapan Jelang Ramadhan

 


Assalamu'alaikum.

Ada 2 hal yang harus kita siapkan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

selengkapnya klik KHUTBAH JUM'AT JELANG RAMADHAN

Semoga Allah melancarkan segala ibadah kita sehingga kita bisa menjadi insan yang bertaqwa.

Aamiin.

Kamis, 02 Desember 2021

Khutbah Jum'at tentang JIHAD


Assalamu'alaikum.

Jihad secara istilah memang dapat diartikan sebagai perjuangan.

Tetapi tidak selamanya perjuangan itu identik dengan fisik. Karena dalam Islam jihad dapat kelompokkan menjadi tiga macam. 

Selengkapnya bisa dibaca di KHUTBAH JUM'AT JIHAD

Terima Kasih.

Semoga Bermanfa'at.

Wassalamu'alaikum.

Kamis, 11 November 2021

KHUTBAH JUM'AT "FITNAH AKHIR ZAMAN"



Assalamu'alaikum.

Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada umatnya, tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi hingga hari kiamat.

Dengan kasih-sayangnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang fitnah-fintah akhir zaman, agar ummat berhati-hati dan selalu bertakwa, serta kembali berpegang teguh dengan sesuatu yang dilakukan oleh para pendahulu. 

selengkapnya bisa dibaca di KHUTBAH JUM'AT "FITNAH AKHIR ZAMAN"

Terima Kasih

Wassalamu'alaikum.

Senin, 27 September 2021

Khutbah Jum'at Mensyukuri Nikmat Allah

 Assalamu'alaikum..

”dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" Kata Allah dalam (QS. Ibrahim ayat 7).


Selengkapnya baca dan unduh saja Khutbah Jum'at Mensyukuri Nikmat Allah

Wassalamu'alaikum...

Senin, 13 September 2021

Khutbah Jum'at Empat Amalan Berhadiah Surga

 


Assalamu'alaikum.

Nabi Shollallahu'alaihi wasallam bersabda :

“Sebarkan salam/kedamaian, berilah makanan, sambunglah silaturahim, shalatlah di malam hari ketika orang lain sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan penuh keselamatan.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

Selengkapnya download disini Khutbah Jum'at 4 AMALAN BERHADIAH SURGA

Semoga Bermanfa'at.

Kamis, 24 September 2015

Melihat Cara ISLAM Dalam Menyembelih Hewan


Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Masya Allah, semakin Maju Penelitian Ilmiah Semakin Membuktikan Kebenaran Islam.
berhubung hari ini adalah Hari Raya Idul Adha atau sering kita sebut Hari Raya Qurban atau Hari Raya Haji, maka jangan pernah makan daging tanpa disembelih,

Simak penelitian ini.

Pertama : Rasulullah tak pernah belajar cardiology tapi syari’atnya membuktikan penelitian ilmu modern.

Kedua : Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan : manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?

Ketiga : Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

Keempat : Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi “Barat”.


Kelima : Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.

Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

Keenam : Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu...!

Ketujuh : Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb :

Penyembelihan Menurut Syariat Islam
Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:

Pertama
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua
Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

Ketiga
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa : “No feeling of pain at all..!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).

Keempat
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Penyembelihan Cara Barat

Pertama
Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).

Kedua
Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).

Ketiga
Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat
Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia.
Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.

Bukan Ekspresi Rasa Sakit
Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya. Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar.

Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.

Sebenarnya, sudah tidak ada alasan lagi menyimpan rasa tak tega melihat proses penyembelihan qurban, atau melarang melakukan penyembelihan hewan qurban disekolahan, dimasjid, atau didepan anak-anak. Karena ini adalah merupakan syariat Islam yang sudah ada tuntunannya dari Nabi, dan para ulama penerus dakwahnya yang berlandaskan Al Qur’an dan Al Hadits.
Semoga Bermanfaat.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dikutip dari : Berbagai Sumber

Kamis, 10 September 2015

DAHSYATNYA DOA "DUDUK DIANTARA DUA SUJUD "


Ketika kita ditanya “do’a apakah yang paling sering dibaca oleh seorang muslim ?”,
Banyak yang menjawabnya dengan salah.
Begitu seringnya do’a itu dibaca, sehingga ketika sedang membaca do’a banyak yang tidak merasa berdo’a.
Padahal do’a itu sangat dahsyat, mencakup kebutuhan kita di dunia dan akhirat. Dan dibaca minimal 17 kali setiap hari

Do’a itu adalah DO’A DIANTARA DUA SUJUD, marilah kita renungi maknanya :



ROBBIGHFIRLII,
Wahai Tuhan ampunilah dosaku.
Dosa adalah beban, yang menyebabkan kita berat melangkah menuju ke ridho Allah. Dosa adalah kotoran hati yang membuat hati kelam sehingga hati kita merasa berat untuk melakukan kebaikan.

WARHAMNII,
Sayangilah diriku.
Kalau kita disayang Allah hidup akan terasa nyaman, karena dengan kasih Sayang akan dapat dicapai semua cita2. Dengan kasih Sayang Allah nafsu kita akan terbimbing.

WAJBURNII,
Tutuplah segala kekuranganku.
Banyak sekali kekurangan kita, kurang syukur, kurang sabar, kurang bisa menerima kenyataan, mudah marah, pendendam dll. Kalau kekurangan kita ditutup/diperbaiki Allah, maka kita akan menjadi manusia sebenarnya.

WARFA’NII,
Tinggikanlah derajatku.
Kalau Allah sudah meninggikan derajat kita, maka pasti tidak ada manusia yang bisa menghinakan kita.

WARZUQNII,
Berikanlah aku rizki,
Sebagai hamba Allah kita membutuhkan rizki. Allah mampu mendatangkan rizki dari arah yang tak terduga dan tanpa perhitungan.

WAHDINI,
Berikanlah aku petunjuk/bimbinglah aku ke jalan kebahagiaan.
Kita tidak hanya minta petunjuk/hidayah yang berkaitan dengan agama. Tetapi kita juga minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan yang salah.

WA’AAFINII,
Berikanlah aku kesehatan.
Apabila kita sehat kita bisa menambah kebaikan dan manfaat serta tidak menjadi beban orang lain.

WA’FUANNII,
Aku mohon agar kesalahanku dihapus dari catatan.
Kita awali do’a ini dengan mohon ampun dan kita akhiri dengan permohonan agar catatan dosa kita dihapus. Sehingga kita benar-benar bersih dari dosa seperti bayi yang baru lahir.

Allah Subhanallah Ta'ala memerintahkan kita untuk membaca do’a itu, Rasulullah shollallahu alaihi wasallam mencontohkan kepada kita, menurut logika do’a tersebut pasti terkabul.

PERSOALANNYA “DIMANA HATI DAN PIKIRAN KITA KETIKA KITA MEMBACA DO’A ITU ?”
RASULULLAH MENGINGATKAN KITA BAHWA, “ALLAH TIDAK AKAN MENGABULKAN DO’A YANG KELUAR DARI HATI YANG LALAI.”

Semoga kita semua termasuk bukan orang-orang yang lalai dalam shalat, dalam do'a, dan dalam beribadah kepada ALLAH SWT.
Aaaaaaaaaaaamiiiiiiiiiiiiiiiin Ya Rabbal'alamiiiiiiiiiin.

Mudah-mudahan Bermanfaat.

dikutip : dari berbagai sumber

Rabu, 02 September 2015

Renungan Kematian




Setiap yang berjiwa pasti mati, hanya soal waktu, kematian akan tiba pada setiap diri kita. Coba kita bayangkan, betapa hebatnya goncangan “Sakaratul-Maut” itu, jika rambut dan kuku saja dicabut terasa sakit, bayangkan bagaimana sakitnya jika yang dicabut itu nyawa, yang terbujur kaku ? dan yang terbujur kaku itu adalah diri kita ?

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada saat itu kita masih bisa melihat siapa saja yang menangisi kita, kita bisa melihat sahabat yang mentakziahi (berkunjung) pada kita. Tapi kita tidak bisa berdaya, tidak bisa bicara, tidak bisa bergerak. Kemudian kita dimandikan, bayangkan itu adalah diri kita, air yang mengguyur tubuh kita, yang selama ini kita mandi sendiri lalu dimandikan, dan kita menyaksikan siapa yang memandikan tersebut. Bersyukur kalau yang memandikan adalah anak-anak kita, sementara kita belum mengajarkan anak kita untuk itu. Kemudian kita dikafani, disholati, digotong untuk dibawa kedalam lubang kubur.

Rasulullah menjelaskan bahwasanya tidak ada yang mendengarnya kecuali malaikat dan hewan-hewan, manusia dan jin tidak bisa mendengarnya. Rasulullah memberitahu kepada diri kita, kalau yang dibawa itu adalah mayit sholeh, maka mayit sholeh itu berkata : “Ya Allah Percepatlah aku kerumahku..”, dia sudah melihat syurga, karena kesholehannya selama di dunia ini.
Tapi sebaliknya ketika mayit itu adalah mayit yang banyak berbuat syirik, koruptor, maksiat, perampok, penipu, pembunuh, perusak, penyihir, pemamer aurot dan lain-lainnya. Maka mayit itu berkata : “tolong berhenti, mau dibawa kemana aku… berhenti…”, meskipun tidak ada yang mendengarnya, dia terus dibawa hingga kedalam kubur, dia berteriak seperti itu karena dia sudah melihat betapa dirinya telah berlumuran dosa-dosa dan nerakalah tempatnya. Naudzubillah..!

Saudaraku, sungguh kita akan masuk ke dalam lubang galian 2 meter tersebut. Di saat itu kita masih melihat terakhir siapa yang mengeruk, mengadzani dan menutupi lubang kubur kita, mungkin itu keluarga kita dan sahabat-sahabat kita. Kemudian kita ditinggalkan sendiri, sepi..! Dalam kubur, daging dan tulang belulang hancur, malaikatpun akan bertanya satu persatu segala perbuatan kita di dunia, dan pada saat itu tidak ada yang menolong, tidak ada kekuasaan, tidak ada secuil harta, tidak ada keluarga, tidak ada pengawal, yang ada hanya gelap gulita. Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilla Ilham…!

Kita masih hidup, kita belum wafat, berarti Allah SWT sangat sayang kepada kita, Allah SWT memberi kesempatan kepada kita untuk Bertaubat. Inilah saatnya, saatnya kita bertaubat, saatnya berjanji berjanji untuk taat, saatnya untuk tidak lagi melakukan kemaksiatan dan kedzaliman, saatnya kita rendah diri dihadapan Allah rendah hati pada makhluk Allah, saatnya kita membahagiakan keluarga kita, orang tua kita, suami kita, istri kita, anak kita, cucu kita, Serta bergaullah dengan orang-orang sholeh.
Semoga tulisan ini bisa memberikan renungan mendalam bagi kita untuk lebih ingat pada Allah SWT, dan semoga kita manjadi penghuni syurga. Aamiin !


Oleh : Ustad Arifin Ilham
Editor : Didik Sugianto
Redaktur : Babur Rahmah
MutiaraPublic.com

Minggu, 30 Agustus 2015

QURBAN BUAT EMAK...

Bismillah ...

Kisah ini diceritakan seorang pedagang hewan qurban tentang sebuah kejadian yang membuat hatinya amat tersentuh, berikut kisahnya;
.
Seorang wanita datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silakan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya, “kalau yang itu berapa Pak?”
“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah. “Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya. Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.
Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai ke rumahnya, begitu tiba di rumahnya, “Astaghfirullah…, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.
.
Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.
.
Di atas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak, bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yang sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak…”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.
Si nenek sangat terkaget, tapi nampak jelas raut bahagia di wajahnya, ia segera berjalan keluar dengan langkah yang gontai karena usianya yang senja. Sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban.”
.
“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama emak saya…”, kata ibu muda itu.
Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa, “Ya Allah…, ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa.”
.
“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu, “sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar”, kata saya sambil menyembunyikan mata saya yang sudah berkaca-kaca.
Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya meski dengan segala keterbatasan ekonominya.
Subhanallah...
.
Semoga kita semua selalu mendapat rizki setiap tahunnya agar bisa berkurban seperti kisah di atas.  Aamiin

Sumber : Damai Indonesiaku Online

Senin, 23 Februari 2015

Renungan Buat Diri Sendiri

Bersabarlah dalam segala hal, tapi yang terpenting adalah bersabar dengan emosi yang ada dalam diri kita sendiri.


Segala sesuatu yang bersandar kepada ALLAH, pasti makin di cintai-NYA.



Perbanyaklah Istighfar dimanapun kita berada, karena sesungguhnya kita tidak mengetahui kapan turunnya ampunan ALLAH.



Jangan pernah mengeluh jika do'a tak kunjung dikabulkan, tapi pikirkanlah sejenak ketika ALLAH tak langsung membalas ketika kita berbuat dosa.



Jumat, 04 Juli 2014

Menjadi Orang yang Layak Ditolong Allah

Bagi kita yang sangat membutuhkan pertolongan Allah, saat ini menjelang bulan suci Ramadan, bulan diijabah doa-doa, bulan dipenuhinya dengan berbagai pertolongan Allah SWT. Lalu, seperti apa semestinya kita bisa menjadi orang yang layak ditolong Allah.

Hati begitu tunduk, patuh, penuh takut, dan sangat mengharap sesuatu kepada selain Allah SWT, itu namanya illah. Tidak jarang kita menuhankan diri sendiri. Ungkapan seperti 'saya bisa', 'saya mampu', 'saya berpengalaman', 'semuanya ada dalam pengetahuan saya', itu tidak tepat. Jika mengatakannya hingga tingkat keyakinan bahwa tidak ada yang bisa melakukan sesuatu selain dirinya, maka itu juga sudah termasuk illah.

Memang benar, kita telah diberi beberapa kemampuan. Tapi, tidak boleh melupakan Allah sebagai sumber kemampuan. Kita berpengalaman, boleh saja. Hanya saja kalau sampai yakin bahwa yang mampu menyelesaikan masalah adalah pengalaman kita, itu tidak benar. Harus yakin yang menyelesaikan masalah hanyalah Allah.

Kalau Allah sudah menolong, maka semua urusan akan lancar. Tugas kita sekarang adalah memposisikan diri jadi orang yang layak ditolong Allah.

Kalau dituntun Allah, urusan akan jauh lebih ringan, lebih tentram, efektif, dan efisien. Sungguh berbahagia orang yang dipikirannya hanya untuk mengharap ridha Allah. Orang mau dekat atau jauh, suka atau tidak, tidak masalah, yang penting Allah suka.

Kalau ada masalah, jangan sibuk menyelesaikan masalah dengan mengandalkan kemampuan diri. Kalau ada masalah, terus pikirkan apa yang salah dalam diri kita sehingga ditimpa masalah. Yang kedua, pikirkan bagaimana supaya kita ditolong Allah. Allah tahu persis bagaimana kita taubat, bagaimana kita bertawakal, dan nanti Allah yang menuntun.

Biarlah Allah menyelesaikan masalah dari tempat yang tidak diduga. Kita ikhtiar, tapi kita harus sudah benar-benar bertaubat. Iringi dengan tawakal yang benar. Kalau ikhtiar tanpa taubat dan ikhtiar tanpa tawakal, tidak ada artinya.

Kejadian apa pun harus membuat kita taubat kepada Allah. Karena setiap kejadian dirancamg oleh Allah agar kita menjadi dekat dengan-Nya. Dan yakin pun datang. Kalau kita sudah yakin, mantap, hati akan tenang, ajeg, tidak bingung. Kalau belum yakin, maka akan goyah. Islam itu disediakan supaya kita yakin kepada Allah. Semua perintah Allah tujuannya supaya kita yakin kepada-Nya.

Sehebat apapun ilmu Islam, tapi hatinya tidak yakin ke Allah, ilmu itu buat siapa? Sehebat apa pun ibadah, tapi hati tidak kenal kepada Allah, ibadah itu buat siapa?

Harusnya, ilmu dan ibadah membuat kita semakin membersihkan hati. Setelah itu, semakin yakin ke Allah. Banyak ibadah, banyak ilmu tapi hati tidak yakin, pasti taubatnya tidak benar, ujub, merasa diri benar, merasa diri mampu, atau menuhankan orang lain. Mudah-mudahan kita bisa menyelidiki hati kita dan tidak menuhankan diri sendiri atau pun orang lain.

KH. Abdullah Gymnastiar
*Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, dan Pendiri dan Pembina DPU Daarut Tauhiid*

Sumber : detikRamadhan

Rabu, 07 Mei 2014

"Rezeki Seluruh Makhluk Sudah Dijamin oleh Allah"

Seseorang mengeluh kepada Ibrahim bin Adham tentang anaknya yang banyak. Sang Sufi agung ini menjawab, “Wahai saudaraku, jika setiap yang ada di rumahmu terdapat orang yang rezekinya bukan dari Allah, pindahkan dia ke rumahku.”
Rasulullah SAW bersabda, “Berusahalah untuk memperbanyak keturunan, karena kalian tidak tahu dari anak yang mana kamu mendapatkan rezeki. “Sehingga Umar bin Khattab RA berkata, “Sesungguhnya, aku tidak suka menyetubuhi isteriku, kecuali jika disertai dengan harapan supaya Allah memberi rezeki berupa keturunan yang bertasbih kepada Allah dan mentauhidkan-Nya.
“Argumen Khalifah Kedua itu telah terbukti, dengan adanya komentar diantara ulama : “Alangkah bahagianya kedua orang tua Imam Syafei, Abdullah binMubarak, Imam Malik,Imam Ahmad dan lain-lain ulama besar serta orang-orang saleh lainnya. Bisa jadi seorang anak menyebabkan kedua oranng tuanya bahagia di dunia daan akhirat.“

Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah. Ia tidak bisa di kalkulasi dengaan nalar manusia. Seringkali ia bergerak diluar jangkauan nalar. Itulah yang disebut dengan rezeki tidak disangka-sangka.
Al Quran mengatakan “Wayarzughu min haitsu laa yahtasib “ (Ath-Thalaq ( 65 ) : 3). Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezekinya masing-masing. Rasul SAW bersabda, “Allah telah menetapkan takdir semua mahluk sejak 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi“ (HR.Muslim).

Oleh karena itu selayaknyalah kita tidak perlu cemas mengenai rezeki Allah SWT. Sebab Sang Pemberi Rezeki telah menjamin, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Dan Dia mengetahui tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (Hud 6).
“Persoalan rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Hal penting yang perlu dilakukan adalah sempurnakan ikhtiar, perkuat dengan doa, dan tawakal secara total kepada Allah. Biarlah Allah yang Maha Mengatur. Insya Allah, jika ikhtiar, doa serta tawakal kita total, kita akan diberikan kelapangan rezeki oleh Allah. Allah akan mengaruniakan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Dari Umar bin Khattab RA, ia berkata, “Saya mendengar Rassulullah SAW bersabda, “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti seekor burung, pagi-pagi ia keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar dan pulang disore hari dalam keadaan kenyang “ (HR.Ahmad dan Turmudzi).

Banyak kiat untuk menjemput atau membuka keran pintu rezeki itu. Diantaranya adalah :

Pertama, Memperbanyak istighfar dan taubat. Allah berfirman, “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan kebun-kebun untukmu, dan mengadakan sungai-sungai “ (Nuh (71) :10-12).
Ujar Ibnu Katsir, “Maksudnya, jika kalian telah bertaubat dan beristighfar kepada Allah serta taat kepada-Nya, Dia pasti memperbanyak rezeki kalian dan memberi minum kalian dengan berkah dari langit serta menumbuhkan dan mengalirkan susu binatang ternak serta akan memberikan harta yang banyak, dan anak yang banyak. Lalu Allah akan menjadikaan bagi kalian kebun-kebun yang didalamnya beraneka ragam buah-buahan, yang mengalir di sisinya sungai-sungai“ (Ibnu Katsir Jilid 4 halaman 371).

Kedua, Istiqamah Bersedekah/Berinfak di jalan Allah. Rasul SAW bersabda, “Bersedekahlah kalian, dan jangan (terlalu) lama disimpan dan ditahan. Sebab jika demikian, Allah SWT akan menahan (karunia-Nya) untukmu “ (HR. Bukhari ).
Hadis lain, Nabi SAW bersabda “Berinfaklah semampumu, dan jangan menahan hartamu, niscaya Allah akan menahan karunia-Nya bagimu“ (HR. Muslim dan Nasai).
Kilah Imam Al-Qurthubi, “Jika seseorang meyakini Allah sepenuhnya, pasti Dia akan memberikan rezeki kepadanya dengan tanpa disangka-sangka. Seyogianya ia mesti berinfak secara ikhlas dan tanpa banyak pertimbangan. “

Ketiga, Meluangkan waktu untuk Beribadah. Rasul SAW bersabda, ”Allah berfirman ‘Wahai Bani Adam, fokuskanlah hati kalian dalam beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan lapangkan hatimu, dan Aku penuhi kebutuhanmu. Kalau kamu tidak memfokuskan ibadah kepada-Ku, maka Aku akan penuhi hatimu dengan kesibukan dan kebutuhanmu tidak akan Aku penuhi “ (Hadis qudsi riwayat Ahmad,Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim).

Secara umum hadis tersebut menurut imam Al’Ala’i menjelaskan bahwa hati seseorang jangan terlena dengan kesibukan dunia, hingga ia tidak menunaikan bentuk ketaatan kepada Allah. Dalam menafsirkan firman Allah surah Al Insyirah ayat 7, Ibnu Katsir menuturkan, “Jika kalian telah selesai melakukan pekerjaan-pekerjaan duniawi, bersungguh-sungguhlah menunaikan ibadah dengan tekun. Lalu fokuskan hatimu dan ikhlaskan niatmu.” Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan meluangkan waktu dan memfokuskan diri untuk beribadah kepada Allah dapat membukakan pintu rezeki.

Keempat, Bersegera Mencari Rezeki di Pagi hari. Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi. Semoga keberkahan selalu tercurah bagi umatku yang beraktifitas di pagi hari “ (HR.Thabrani).
“Shahr Al-Ghamidi menjelaskan, bahwa Rasulullah mengutus pasukan perang di akhir waktu siang. Sementara itu Shahr sebagai seorang pedagang, sering membawa barang dagangannya di pagi hari. Akhirnya ia sering mendapatkan keuntungan yang berlimpah, hingga hartanya banyak. (HR. Imam yang empat).

Kelima, Bersilaturrahim. Rasul SAW bersabda, “Siapa yang ingin diluaskan rezekinya, dan dipanjangkan umurnya,maka sambunglah tali silaturrahim “ (HR.Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Nasai). Dalam hadis qudsi Allah berfirman, “Siapa yang menyambung silaturrahmi, maka akan Aku sambung rahmat-Ku untuknya. Dan siapa yang memutuskan silaturrahmi, maka Aku putuskan pula rahmat-Ku untuknya “ (HR. Tirmuzi dan Abu Daud).
Rahmat Allah itu bentuknya beraneka ragam, dan jumlahnya tidak terhitung. Ia bisa berupa kemudahaan dalam segala urusan, ketenangan dalam menjalani hidup, kesehatan jasmani dan rohani, keluasan rezeki dan sebagainya.

Keenam, Senantiasa bersyukur. Allah berfirman “ … Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih “ (Ibrahim 7).
Imam Al Mansyur berkomentar “Wahai manusia, jangan sekali-kali kalian mengusir kenikmatan rezeki dengan meninggalkan syukur. Sebab, dengan meninggalkan syukur, justru kalian tengah mengundang bencana. “Syukur adalah satu keniscayaan atas begitu banyaknya nikmat yang kita rasakan dalam hidup ini. Salah satu hal yang harus kita syukuri adalah rezeki pemberian Allah. Cara mensyukurinya adalah dengan “mengalirkannya“ kepada orang yang membutuhkan. Ibarat air, jika tidak dialirkan akan tersumbat. Demikian pula dengan rezeki, jika tidak dialirkan, saluran rezeki akan tersumbat.
Wallahualam.
Semoga Bermanfaat..

Sumber: Pontianakpost.com

Sabtu, 01 Maret 2014

KISAH MALAIKAT SERIBU TANGAN

Kisah dialog singkat ini memberitahukan kepada kita semua bahwa begitu besarnya pahala membaca shalawat nabi, sehingga malaikat saja yang mempunyai seribu tangan dan setiap tangan memiliki seribu jari tak sanggup menghitungnya.
Subhanallah..

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda,

Ketika aku diperjalankan pada malam hari untuk mikraj ke langit, aku melihat ada malaikat yang memiliki seribu tangan dan di setiap tangannya terdapat seribu jari jemari.

Ketika ia sedang menghitung setiap tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi, aku bertanya kepadanya,
"Apakah kamu mengetahui jumlah tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi sejak Allah SWT menciptakan dunia?"

"Ya Rasulullah, demi Allah SWT yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran kepada makhluk-Nya, aku tidak hanya mengetahui setiap tetesan hujan yang turun dari langit ke bumi, tetapi aku juga mengetahui secara rinci berapa jumlah tetesan hujan yang jatuh di lautan, di daratan, di bangunan, di perkebunan, di daratan yang bergaram, dan di pekuburan.

Rasulullah SAW bersabda kembali,
"Aku sangat kagum akan kemampuan hafalan dan ingatanmu dalam perhitungan."
Malaikat berkata kembali, "Ya Rasulullah, ketahuilah bahwa ada yang tak sanggup aku hafal dan mengingatnya melalui perhitungan tangan dan jari jemariku ini."

Rasulullah SAW bertanya, "Perhitungan apakah itu?"
Malaikat menjawab, "Aku tidak sanggup menghitung jumlah pahala shalawat yang disampaikan oleh sekelompok umatmu ketika namamu disebut di suatu majelis."

Subhanallah...

Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad , atas segenap keluarga dan sahabat beliau. Aamiin

Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.

Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.

Aamiin ya Rabbal'alamin

Sumber : FP Ustadz Yusuf Mansyur

Selasa, 25 Februari 2014

"Herbal Alami X-MASK" Obat KANKER, HIPERTENSI, dll

Assalamu'alaikum..

Dan jika kita sakit, maka ALLAH lah yang menyembuhkan kita..

Sabda Rasulullah SAW :
1. "Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut ” (H.R. Bukhari)"

2. “Untuk setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat tersebut sesuai dengan penyakitnya, penyakit tersebut akan sembuh dengan seizin Allah ” (H.R. Muslim).

Maksud hadits tersebut adalah, apabila seseorang diberi obat yang sesuai dengan penyakit yang dideritanya, dan waktunya sesuai dengan yang ditentukan oelh Allah, maka dengan seizin-Nya orang sakit tersebut akan sembuh. Dan Allah akan mengajarkan pengobatan tersebut kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

"Obat Herbal Alami X-MASK"

Adalah herbal alami tanpa bahan kimia maupun bahan pengawet.
X-MASK adalah produk terbaik dari Berkah Herbal karena mengandung XANTONE sebuah kandungan antioksidan super yang terdapat dalam kulit daging buah manggis, dikombinasikan dengan ekstrak SIRSAK yang sudah terbukti banyak bermanfaat mengusir berbagai penyakit seperti kanker dan lainnya.
X-MASK

Komposisi :
Setiap kapsul mengandung:
Gamisia Mangostana (kulit manggis) 50%
Annona Muricata L 50%

Isi 60 kapsul/botol

Bermanfaat untuk :
- Membantu menurunkan kadar gula darah
- Membantu menormalkan tekanan darah
- Membantu mengatasi penyakit degeneratif (jantung, kanker, stroke, diabetes, HIV/AIDS)
- Membantu mengatasi penyakit radang
- Membantu mencegah penuaan dini
- Membantu mengatasi asam lambung
- Membantu mengatasi muntah darah
- Membantu meningkatkan hormon pada pria dan wanita,
Dan berbagai manfaat lainnya..

Cegah penyakit dengan obat-obatan alami dan yang terpenting adalah selalu berdo'a kepada Allah sebagai pelengkap usaha kita untuk mengatasi penyakit yang ada pada diri kita..
Semoga kita semua dijauhkan dari segala jenis penyakit Lahir maupun Bathin..
Aamiin Ya Rabbal'alamiin..

Wassalamu'alaikum.

Produksi :
Aero Sentosa Abadi Tangerang Selatan - Indonesia
100% Halal
LP POM MUI
00140012700600

Info Pemesanan :
Salman Alparisi (JAMBI)
Hp. 0852-6659-9595
Pin BB. 2B113C25