Jumat, 04 Juli 2014

Menjadi Orang yang Layak Ditolong Allah

Bagi kita yang sangat membutuhkan pertolongan Allah, saat ini menjelang bulan suci Ramadan, bulan diijabah doa-doa, bulan dipenuhinya dengan berbagai pertolongan Allah SWT. Lalu, seperti apa semestinya kita bisa menjadi orang yang layak ditolong Allah.

Hati begitu tunduk, patuh, penuh takut, dan sangat mengharap sesuatu kepada selain Allah SWT, itu namanya illah. Tidak jarang kita menuhankan diri sendiri. Ungkapan seperti 'saya bisa', 'saya mampu', 'saya berpengalaman', 'semuanya ada dalam pengetahuan saya', itu tidak tepat. Jika mengatakannya hingga tingkat keyakinan bahwa tidak ada yang bisa melakukan sesuatu selain dirinya, maka itu juga sudah termasuk illah.

Memang benar, kita telah diberi beberapa kemampuan. Tapi, tidak boleh melupakan Allah sebagai sumber kemampuan. Kita berpengalaman, boleh saja. Hanya saja kalau sampai yakin bahwa yang mampu menyelesaikan masalah adalah pengalaman kita, itu tidak benar. Harus yakin yang menyelesaikan masalah hanyalah Allah.

Kalau Allah sudah menolong, maka semua urusan akan lancar. Tugas kita sekarang adalah memposisikan diri jadi orang yang layak ditolong Allah.

Kalau dituntun Allah, urusan akan jauh lebih ringan, lebih tentram, efektif, dan efisien. Sungguh berbahagia orang yang dipikirannya hanya untuk mengharap ridha Allah. Orang mau dekat atau jauh, suka atau tidak, tidak masalah, yang penting Allah suka.

Kalau ada masalah, jangan sibuk menyelesaikan masalah dengan mengandalkan kemampuan diri. Kalau ada masalah, terus pikirkan apa yang salah dalam diri kita sehingga ditimpa masalah. Yang kedua, pikirkan bagaimana supaya kita ditolong Allah. Allah tahu persis bagaimana kita taubat, bagaimana kita bertawakal, dan nanti Allah yang menuntun.

Biarlah Allah menyelesaikan masalah dari tempat yang tidak diduga. Kita ikhtiar, tapi kita harus sudah benar-benar bertaubat. Iringi dengan tawakal yang benar. Kalau ikhtiar tanpa taubat dan ikhtiar tanpa tawakal, tidak ada artinya.

Kejadian apa pun harus membuat kita taubat kepada Allah. Karena setiap kejadian dirancamg oleh Allah agar kita menjadi dekat dengan-Nya. Dan yakin pun datang. Kalau kita sudah yakin, mantap, hati akan tenang, ajeg, tidak bingung. Kalau belum yakin, maka akan goyah. Islam itu disediakan supaya kita yakin kepada Allah. Semua perintah Allah tujuannya supaya kita yakin kepada-Nya.

Sehebat apapun ilmu Islam, tapi hatinya tidak yakin ke Allah, ilmu itu buat siapa? Sehebat apa pun ibadah, tapi hati tidak kenal kepada Allah, ibadah itu buat siapa?

Harusnya, ilmu dan ibadah membuat kita semakin membersihkan hati. Setelah itu, semakin yakin ke Allah. Banyak ibadah, banyak ilmu tapi hati tidak yakin, pasti taubatnya tidak benar, ujub, merasa diri benar, merasa diri mampu, atau menuhankan orang lain. Mudah-mudahan kita bisa menyelidiki hati kita dan tidak menuhankan diri sendiri atau pun orang lain.

KH. Abdullah Gymnastiar
*Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, dan Pendiri dan Pembina DPU Daarut Tauhiid*

Sumber : detikRamadhan

Rabu, 07 Mei 2014

"Rezeki Seluruh Makhluk Sudah Dijamin oleh Allah"

Seseorang mengeluh kepada Ibrahim bin Adham tentang anaknya yang banyak. Sang Sufi agung ini menjawab, “Wahai saudaraku, jika setiap yang ada di rumahmu terdapat orang yang rezekinya bukan dari Allah, pindahkan dia ke rumahku.”
Rasulullah SAW bersabda, “Berusahalah untuk memperbanyak keturunan, karena kalian tidak tahu dari anak yang mana kamu mendapatkan rezeki. “Sehingga Umar bin Khattab RA berkata, “Sesungguhnya, aku tidak suka menyetubuhi isteriku, kecuali jika disertai dengan harapan supaya Allah memberi rezeki berupa keturunan yang bertasbih kepada Allah dan mentauhidkan-Nya.
“Argumen Khalifah Kedua itu telah terbukti, dengan adanya komentar diantara ulama : “Alangkah bahagianya kedua orang tua Imam Syafei, Abdullah binMubarak, Imam Malik,Imam Ahmad dan lain-lain ulama besar serta orang-orang saleh lainnya. Bisa jadi seorang anak menyebabkan kedua oranng tuanya bahagia di dunia daan akhirat.“

Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah. Ia tidak bisa di kalkulasi dengaan nalar manusia. Seringkali ia bergerak diluar jangkauan nalar. Itulah yang disebut dengan rezeki tidak disangka-sangka.
Al Quran mengatakan “Wayarzughu min haitsu laa yahtasib “ (Ath-Thalaq ( 65 ) : 3). Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezekinya masing-masing. Rasul SAW bersabda, “Allah telah menetapkan takdir semua mahluk sejak 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi“ (HR.Muslim).

Oleh karena itu selayaknyalah kita tidak perlu cemas mengenai rezeki Allah SWT. Sebab Sang Pemberi Rezeki telah menjamin, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Dan Dia mengetahui tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (Hud 6).
“Persoalan rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Hal penting yang perlu dilakukan adalah sempurnakan ikhtiar, perkuat dengan doa, dan tawakal secara total kepada Allah. Biarlah Allah yang Maha Mengatur. Insya Allah, jika ikhtiar, doa serta tawakal kita total, kita akan diberikan kelapangan rezeki oleh Allah. Allah akan mengaruniakan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Dari Umar bin Khattab RA, ia berkata, “Saya mendengar Rassulullah SAW bersabda, “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti seekor burung, pagi-pagi ia keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar dan pulang disore hari dalam keadaan kenyang “ (HR.Ahmad dan Turmudzi).

Banyak kiat untuk menjemput atau membuka keran pintu rezeki itu. Diantaranya adalah :

Pertama, Memperbanyak istighfar dan taubat. Allah berfirman, “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan kebun-kebun untukmu, dan mengadakan sungai-sungai “ (Nuh (71) :10-12).
Ujar Ibnu Katsir, “Maksudnya, jika kalian telah bertaubat dan beristighfar kepada Allah serta taat kepada-Nya, Dia pasti memperbanyak rezeki kalian dan memberi minum kalian dengan berkah dari langit serta menumbuhkan dan mengalirkan susu binatang ternak serta akan memberikan harta yang banyak, dan anak yang banyak. Lalu Allah akan menjadikaan bagi kalian kebun-kebun yang didalamnya beraneka ragam buah-buahan, yang mengalir di sisinya sungai-sungai“ (Ibnu Katsir Jilid 4 halaman 371).

Kedua, Istiqamah Bersedekah/Berinfak di jalan Allah. Rasul SAW bersabda, “Bersedekahlah kalian, dan jangan (terlalu) lama disimpan dan ditahan. Sebab jika demikian, Allah SWT akan menahan (karunia-Nya) untukmu “ (HR. Bukhari ).
Hadis lain, Nabi SAW bersabda “Berinfaklah semampumu, dan jangan menahan hartamu, niscaya Allah akan menahan karunia-Nya bagimu“ (HR. Muslim dan Nasai).
Kilah Imam Al-Qurthubi, “Jika seseorang meyakini Allah sepenuhnya, pasti Dia akan memberikan rezeki kepadanya dengan tanpa disangka-sangka. Seyogianya ia mesti berinfak secara ikhlas dan tanpa banyak pertimbangan. “

Ketiga, Meluangkan waktu untuk Beribadah. Rasul SAW bersabda, ”Allah berfirman ‘Wahai Bani Adam, fokuskanlah hati kalian dalam beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan lapangkan hatimu, dan Aku penuhi kebutuhanmu. Kalau kamu tidak memfokuskan ibadah kepada-Ku, maka Aku akan penuhi hatimu dengan kesibukan dan kebutuhanmu tidak akan Aku penuhi “ (Hadis qudsi riwayat Ahmad,Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim).

Secara umum hadis tersebut menurut imam Al’Ala’i menjelaskan bahwa hati seseorang jangan terlena dengan kesibukan dunia, hingga ia tidak menunaikan bentuk ketaatan kepada Allah. Dalam menafsirkan firman Allah surah Al Insyirah ayat 7, Ibnu Katsir menuturkan, “Jika kalian telah selesai melakukan pekerjaan-pekerjaan duniawi, bersungguh-sungguhlah menunaikan ibadah dengan tekun. Lalu fokuskan hatimu dan ikhlaskan niatmu.” Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan meluangkan waktu dan memfokuskan diri untuk beribadah kepada Allah dapat membukakan pintu rezeki.

Keempat, Bersegera Mencari Rezeki di Pagi hari. Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi. Semoga keberkahan selalu tercurah bagi umatku yang beraktifitas di pagi hari “ (HR.Thabrani).
“Shahr Al-Ghamidi menjelaskan, bahwa Rasulullah mengutus pasukan perang di akhir waktu siang. Sementara itu Shahr sebagai seorang pedagang, sering membawa barang dagangannya di pagi hari. Akhirnya ia sering mendapatkan keuntungan yang berlimpah, hingga hartanya banyak. (HR. Imam yang empat).

Kelima, Bersilaturrahim. Rasul SAW bersabda, “Siapa yang ingin diluaskan rezekinya, dan dipanjangkan umurnya,maka sambunglah tali silaturrahim “ (HR.Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Nasai). Dalam hadis qudsi Allah berfirman, “Siapa yang menyambung silaturrahmi, maka akan Aku sambung rahmat-Ku untuknya. Dan siapa yang memutuskan silaturrahmi, maka Aku putuskan pula rahmat-Ku untuknya “ (HR. Tirmuzi dan Abu Daud).
Rahmat Allah itu bentuknya beraneka ragam, dan jumlahnya tidak terhitung. Ia bisa berupa kemudahaan dalam segala urusan, ketenangan dalam menjalani hidup, kesehatan jasmani dan rohani, keluasan rezeki dan sebagainya.

Keenam, Senantiasa bersyukur. Allah berfirman “ … Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih “ (Ibrahim 7).
Imam Al Mansyur berkomentar “Wahai manusia, jangan sekali-kali kalian mengusir kenikmatan rezeki dengan meninggalkan syukur. Sebab, dengan meninggalkan syukur, justru kalian tengah mengundang bencana. “Syukur adalah satu keniscayaan atas begitu banyaknya nikmat yang kita rasakan dalam hidup ini. Salah satu hal yang harus kita syukuri adalah rezeki pemberian Allah. Cara mensyukurinya adalah dengan “mengalirkannya“ kepada orang yang membutuhkan. Ibarat air, jika tidak dialirkan akan tersumbat. Demikian pula dengan rezeki, jika tidak dialirkan, saluran rezeki akan tersumbat.
Wallahualam.
Semoga Bermanfaat..

Sumber: Pontianakpost.com

Sabtu, 01 Maret 2014

KISAH MALAIKAT SERIBU TANGAN

Kisah dialog singkat ini memberitahukan kepada kita semua bahwa begitu besarnya pahala membaca shalawat nabi, sehingga malaikat saja yang mempunyai seribu tangan dan setiap tangan memiliki seribu jari tak sanggup menghitungnya.
Subhanallah..

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda,

Ketika aku diperjalankan pada malam hari untuk mikraj ke langit, aku melihat ada malaikat yang memiliki seribu tangan dan di setiap tangannya terdapat seribu jari jemari.

Ketika ia sedang menghitung setiap tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi, aku bertanya kepadanya,
"Apakah kamu mengetahui jumlah tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi sejak Allah SWT menciptakan dunia?"

"Ya Rasulullah, demi Allah SWT yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran kepada makhluk-Nya, aku tidak hanya mengetahui setiap tetesan hujan yang turun dari langit ke bumi, tetapi aku juga mengetahui secara rinci berapa jumlah tetesan hujan yang jatuh di lautan, di daratan, di bangunan, di perkebunan, di daratan yang bergaram, dan di pekuburan.

Rasulullah SAW bersabda kembali,
"Aku sangat kagum akan kemampuan hafalan dan ingatanmu dalam perhitungan."
Malaikat berkata kembali, "Ya Rasulullah, ketahuilah bahwa ada yang tak sanggup aku hafal dan mengingatnya melalui perhitungan tangan dan jari jemariku ini."

Rasulullah SAW bertanya, "Perhitungan apakah itu?"
Malaikat menjawab, "Aku tidak sanggup menghitung jumlah pahala shalawat yang disampaikan oleh sekelompok umatmu ketika namamu disebut di suatu majelis."

Subhanallah...

Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad , atas segenap keluarga dan sahabat beliau. Aamiin

Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.

Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.

Aamiin ya Rabbal'alamin

Sumber : FP Ustadz Yusuf Mansyur

Selasa, 25 Februari 2014

"Herbal Alami X-MASK" Obat KANKER, HIPERTENSI, dll

Assalamu'alaikum..

Dan jika kita sakit, maka ALLAH lah yang menyembuhkan kita..

Sabda Rasulullah SAW :
1. "Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut ” (H.R. Bukhari)"

2. “Untuk setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat tersebut sesuai dengan penyakitnya, penyakit tersebut akan sembuh dengan seizin Allah ” (H.R. Muslim).

Maksud hadits tersebut adalah, apabila seseorang diberi obat yang sesuai dengan penyakit yang dideritanya, dan waktunya sesuai dengan yang ditentukan oelh Allah, maka dengan seizin-Nya orang sakit tersebut akan sembuh. Dan Allah akan mengajarkan pengobatan tersebut kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

"Obat Herbal Alami X-MASK"

Adalah herbal alami tanpa bahan kimia maupun bahan pengawet.
X-MASK adalah produk terbaik dari Berkah Herbal karena mengandung XANTONE sebuah kandungan antioksidan super yang terdapat dalam kulit daging buah manggis, dikombinasikan dengan ekstrak SIRSAK yang sudah terbukti banyak bermanfaat mengusir berbagai penyakit seperti kanker dan lainnya.
X-MASK

Komposisi :
Setiap kapsul mengandung:
Gamisia Mangostana (kulit manggis) 50%
Annona Muricata L 50%

Isi 60 kapsul/botol

Bermanfaat untuk :
- Membantu menurunkan kadar gula darah
- Membantu menormalkan tekanan darah
- Membantu mengatasi penyakit degeneratif (jantung, kanker, stroke, diabetes, HIV/AIDS)
- Membantu mengatasi penyakit radang
- Membantu mencegah penuaan dini
- Membantu mengatasi asam lambung
- Membantu mengatasi muntah darah
- Membantu meningkatkan hormon pada pria dan wanita,
Dan berbagai manfaat lainnya..

Cegah penyakit dengan obat-obatan alami dan yang terpenting adalah selalu berdo'a kepada Allah sebagai pelengkap usaha kita untuk mengatasi penyakit yang ada pada diri kita..
Semoga kita semua dijauhkan dari segala jenis penyakit Lahir maupun Bathin..
Aamiin Ya Rabbal'alamiin..

Wassalamu'alaikum.

Produksi :
Aero Sentosa Abadi Tangerang Selatan - Indonesia
100% Halal
LP POM MUI
00140012700600

Info Pemesanan :
Salman Alparisi (JAMBI)
Hp. 0852-6659-9595
Pin BB. 2B113C25

Senin, 03 Februari 2014

Tips Agar Bisa Merasakan Manis Dan Lezatnya Qiyamul Lail

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim

Qiyamul-lail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. Ia berdoa, beristighfar, bertasbih, dan memuji Sang Pencipta.

Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, sesuai dengan janjinya, akan mencintai hamba yang mendekat kepada-Nya. Kalau Allah mencintai seorang hamba, maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba.

Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail, pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan kepada kita, “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)

Berbagai keutamaan qiyamul-lail sudah kita baca atau kita dengar dari para ulama. Kita pun sudah beberapa kali mencoba melaksanakannya, dengan kesungguhan melawan kantuk dan dinginnya malam. Namun, berkali-kali juga kita mengalami futur (lalai), tidak dapat lagi melaksanakan qiyamul-lail.

Sebabnya adalah karena kita belum dapat menikmatinya. Sehingga pikiran bawah sadar kita masih merasakan bahwa qiyamul-lail itu beban yang berat.

Waktu sepertiga malam, saat dimana bumi mengeluarkan gelombang kekhusyu’an (alfa), sebagaimana firman Allah “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan” (Al-Muzammil 6).

Seharusnya, saat-saat inilah dzikir dan bacaan Al-Quran kita lebih berkesan, hati lebih mudah bergetar ketika Asma Allah disebut. Jiwa kita lebih bening sebening embun pagi di dedaunan.

Air mata lebih mudah meleleh bahkan tertumpah dan tak kuasa kita hentikan. Hati menjadi halus dan lembut, sehingga hijab kita dengan Allah semakin transparan. Pendeknya inilah surga dunia yang telah dinikmati oleh para sahabat, tabi’in dan salafus saleh. Maukah kita memperolehnya?

Mengapa kita belum bisa menikmati Qiyamul Lail? Kita tidak dapat menikmati qiyamul-lail, dan masih banyak melakukan maksiat adalah karena “kita belum mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT”. Hati kita masih diisi oleh selain Allah, masih jauh dari Allah.

Mari pertama-tama kita niatkan dan azzamkan diri kita bahwa kita sangat ingin untuk taqarrub mendekatkan diri kepada-Nya.
Dari Abu Hurairah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah bersabda, ..

‘Aku menuruti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Kalau ia mengingat-Ku dalam hati, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Kalau ia mengingat-Ku di tengah kerumunan orang, Aku pun akan mengingatnya di tengah kerumunan yang lebih baik daripada mereka.

Kalau ia mendekat diri kepada-Ku sejengkal, Aku pun mendekatkan Diri kepadanya sehasta. Kalau ia mendekatkan diri pada-Ku sehasta. Aku pun akan mendekatkan Diri padanya sedepa. Jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil”.

Waktu-waktu di keseharian kita, masih sunyi dari dzikir kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang duduk dalam suatu tempat, lalu di situ ia tak berdzikir kepada Allah, maka kelak ia akan mendapat kerugian dan penyesalan” (HR Abu Dawud).

Dalam keseharian kita, di perjalanan kantor, istirahat, hati dan pikiran kita tidak dzikir kepada Allah dan lantas diisi oleh selainnya. Bahkan! bangun tidur kita lupa berdoa, masuk dan keluar kamar mandi lupa berdzikir, selesai makan lupa memuji dan berterima kasih kepada-Nya. Astaghfirullah … beristighfarlah berulang kali sobatku. Rasakanlah penyesalan dan biarkan air matamu meleleh …

Mulai detik ini isilah setiap relung hati dan celah pikiran dengan dzikir kepada Allah. Di setiap waktu dalam 24 jam hidup kita isilah dengan dzikir. Jika kita melakukannya, bahkan dalam tidur pun kita tetap bermimpi berdzikir dan bershalawat.

Banyak dzikir-dzikir singkat, seperti dua kalimat yang paling berat di sisi Allah, yaitu, “SubhanaLlahi wabihamdihi … SubhanaLlahil-azhiem …”.
Atau dengan beristighfar, “Astaghfirullah … astaghfirullah …”,
bertasbih, “Subhanallah … subhanallah”.
Bahkan cukup dengan menyebut asma Allah, “Allah … Allah … atau Yaa Allah .. Ya Allah”.

Lakukanlah di manapun, dan kapan pun, bahkan multitasking sambil melakukan pekerjaan-pekerjaan sehari-hari. Jika ada waktu senggang, dzikir yang paling utama adalah Al-Quran. Membaca Al-Quran, mentadabburinya, menghafalnya, mengulang hafalan atau bahkan sekadar mendengarkan kaset murattal Al-Qur’an sambil kita mengendarai kendaraan.

Dzikir ini akan mengikis dosa dan kotoran jiwa, seperti mengikis karat hingga kemilau emas muncul kembali. Dengan sendirinya, dzikir akan mencegah kita berbuat dosa dan maksiat. Ketika kita akan berbuat sesuatu yang dilarang Allah, hati yang telah dipenuhi Asma Allah akan otomatis menolaknya dengan keras.

Dzikir akan semakin menghaluskan hati kita. Semakin memudahkan kita menangis dalam berbagai kondisi. Semakin memahami hakikat dan semakin dekat kepada Allah.

Jika dalam setiap tarikan nafas kita selalu berdzikir, dalam setiap langkah kita diikuti dengan dzikir, maka akan muncul banyak keajaiban dalam hidup kita. Allah akan mengaruniai limpahan kenikmatan yang menisbikan kenikmatan dunia.

Sahabatku, mari hidupkan hati, lembutkan jiwa dengan selalu berdzikir kepada Allah. Barulah kita bisa menikmati indahnya dan nikmatnya Qiyamul Lail, dan shalat-shalat lainnya. Berikutnya kita akan merasakan berbagai kenikmatan spiritual dan ayat-ayat keajaiban Allah dalam hidup kita.

Mari penuhi hidup kita dengan dzikir, dan perhatikan apa yang akan terjadi …
__________________________________________________________________________________

Semoga Ar-Rahman berkenan membukakan pintu hati kita sekeluarga untuk senantiasa selalu berupaya mendekatkan diri kepada-Nya, Aamiin. Yaa Robbal 'alamiin.
 
Sumber : Ditulis oleh Ustad Yusuf Mansur